Menghadapi perbincangan ngalor ngidul. 1 titik fokus saya harus dapat! Mungkin titik yang kedua harus berhasil dikesampingkan. Atas dasar apapun. Ini jelas jelas sedang saya jalani dengan riang. Biar saja saya buat pakem signage sendiri. Berbelok. Tegak lurus. Putar balik. Berhenti. Atau satu arah? Rules in my hands baby. Dan sudah saya mulai sejak bill 1 juta itu. (yah, itu hanya indikasi saja biar saya terus ingat). Oh city life. Bagaimana patternmu? Mengapa aku jauh tersasar? Putar balik. Di depan belok kiri, ikuti jalan melengkung, telusuri hutan (wtf, di kota ada hutan?) Tapi ini sebuah keajaiban. Lalu, saya juga tidak menemukan apa yang dicari. Cari selular genggam? (tidak mungkin). Cari pembentuk ruang? (ini juga sangat tidak mungkin). Hmm, Lebih baik cari tiket pulang pergi kota mati. Atau tunggu saja perubahan. Yah saya tunggu 1 minggu. Itu juga kalau saya berkalori penuh! Kalau tidak? Ya, jelas di depan ada tanda melengkung. Tersadar. Itu sign putar balik! Tidak! Ternyata saya tidak ingin putar balik. Terus saja. Ya, karena sebentar lagi rumah saya. Saya pilih tidur. Oh, home sweet home.